3rsano


Playstation 3
April 24, 2008, 9:35 am
Diarsipkan di bawah: Playstation 3

PlayStation 3

Sebuah konsol PlayStation 3 dengan kontroler.

Sebuah konsol PlayStation 3 dengan kontroler.

P (lagi…)



NOKIA N82
April 5, 2008, 6:24 am
Diarsipkan di bawah: handphone

NOKIA N82

nokia n82

Nokia meluncurkan perangkat terbarunya N82 demikian tulissitus forumbekas.com .N82 mempunyai beberapa kesamaan dengan n95.

N82 yang diproyeksikan sebagai ponsel kamera canggih dipersenjatai pula dengan koneksitas bluetooth, Wi-Fi, 3G dan semua fasilitas fungsi smartphone symbian seri 60. Bahkan N82 mengadopsi aplikasi game yang ada pada Nokia N-gage serta Music store.

“Lebih jauh N82 memberikan perkembangan yang cukup signifikan dari segi fitur dengan dengan penambahan teknologi auto-screen rotation. Dan fitur ini bekerja pada semua interface yang ada didalamnya”

Layar akan menyesuaikan otomatis bila kita membolak-balik ponsel (mirip teknologi yang ada pada iPhone). Dan lagi-lagi Nokia menempatkan tombol multimedia pada N82 secara kontroversial, identik dengan Nokia N81 dan Nokia N95 8GB

Dengan RAM memory sebesar 128MB, Nokia N82 bisa dikatakan memiliki performa cukup tangguh. Namun sayang sebagai ponsel kamera yang pintar, N82 hanya memiliki kapasitas ruang simpan internal cukup kecil, 132MB.

Meskipun demikian masih disediakan card slot tambahan untuk micro SD. Kesan pertama dari hasil foto N82, mengingatkan rileks.com pada hasil foto seri Nokia N73 daripada Nokia N95. Gambar tampak agak terlalu tajam tanpa terlihat adanya jejak noise-reduction, yang biasanya ada pada Nokia N95.



Pemanasan Global, Tragedi Peradaban Modern
April 5, 2008, 6:21 am
Diarsipkan di bawah: global warming

Pemanasan Global, Tragedi Peradaban Modern

5 Juni 2006 (Hari Lingkungan Hidup Sedunia)

Pada tanggal 5 Juni 2007, negara-negara seluruh dunia umumnya memperingatnya sebagai Hari Lingkungan Hidup. Pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim (climate change) belum menjadi mengedepan dalam kesadaran multipihak. Pemanasan global (global warming) telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif). Tidak banyak memang yang memahami dan peduli pada isu perubahan iklim. Sebab banyak yang mengatakan, memang dampak lingkungan itu biasanya terjadi secara akumulatif. Pada titik inilah masalah lingkungan sering dianggap tidak penting oleh banyak kalangan, utamanya penerima mandat kekuasaan dalam membuat kebijakan.

Perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming), pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui). Penghasil terbesarnya adalah negeri-negeri industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dll. Ini diakibatkan oleh pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negera-negara utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan. Untuk negara-negara berkembang meski tidak besar, ikut juga berkontribusi dengan skenario pembangunan yang mengacu pada pertumbuhan. Memacu industrilisme dan meningkatnya pola konsumsi tentunya, meski tak setinggi negara utara. Industri penghasil karbon terbesar di negeri berkembang seperti Indonesia adalah perusahaan tambang (migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil). Selain kerusakan hutan Indonesia yang tahun ini tercatat pada rekor dunia ”Guinnes Record Of Book” sebagai negara tercepat
yang rusak hutannya.

Menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC). Sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Sebuah lembaga dibawah PBB, tetapi kuasanya melebihi PBB. Menyatakan pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia lebih tinggi, yaitu 10. selanjutnya adalah ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang 10-30 persen dan melelehnya Gleser (gunung es) di Himalaya dan Kutub Selatan. Secara general yang juga dirasakan oleh seluruh dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, selain itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino) di seluruh dunia. Serta meningkatnya cuaca secara ekstrem, yang tentunya sangat dirasakan di negara-negara tropis. Jika ini kita kaitkan dengan wilayah Indonesia tentu sangat terasa, begitu juga dengan kota-kota yang dulunya dikenal sejuk dan dingin makin hari makin panas saja. Contohnya di Jawa Timur
bisa kita rasakan adalah Kota Malang, Kota Batu, Kawasan Prigen Pasuruan di Lereng Gunung Welirang dan sekitarnya, juga kawasan kaki Gunung Semeru. Atau kota-kota lain seperti Bogor Jawa Barat, Ruteng Nusa Tenggara, adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi.

Meningkatnya suhu ini, ternyata telah menimbulkan makin banyaknya wabah penyakit endemik “lama dan baru” yang merata dan terus bermunculan; seperti leptospirosis, demam berdarah, diare, malaria. Padahal penyakit-penyakit seperti malaria, demam berdarah dan diare adalah penyakit lama yang seharusnya sudah lewat dan mampu ditangani dan kini telah mengakibatkan ribuan orang terinfeksi dan meninggal. Selain itu, ratusan desa di pesisir Jatim terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, indikatornya serasa makin dekat saja jika kita tengok naiknya gelombang pasang di minggu ketiga bulan Mei 2007 kemarin. Mulai dari Pantai Kenjeran, Pantai Popoh Tulungagung, Ngeliyep Malang dan pantai lain di pulau-pulau di Indonesia.

Untuk negara-negara lain meningkatnya permukaan air laut bisa dilihat dengan makin tingginya ombak di pantai-pantai Asia dan Afrika. Apalagi hal itu di tambah dengan melelehnya gleser di gunung Himalaya Tibet dan di kutub utara. Di sinyalir oleh IPCC hal ini berkontribusi langsung meningkatkan permukaan air laut setinggi 4-6 meter. Dan jika benar-benar meleleh semuanya maka akan meningkatkan permukaan air laut setinggi 7 meter pada tahun 2012. Dan pada 30 tahun kedepan tentu ini bisa mengancam kehidupan pesisir dan kelangkaan pangan yang luar biasa, akibat berubahnya iklim yang sudah bisa kita rasakan sekarang dengan musim hujan yang makin pendek sementara kemarau semakin panjang. Hingga gagal panen selain soal hama, tetapi akibat kekuarangan air di tanaman para ibu-bapak petani banyak yang gagal.

Lantas dengan situasi sedemikian rupa apa yang dibutuhkan oleh dunia kecil “lokal” dan kita sebagai individu penghuni planet bumi? Yang dibutuhkan adalah REVOLUSI GAYA HIDUP, sebab dengan demikian akan mengurangi penggunaan energi baik listrik, bahan bakar, air yang memang menjadi sumber utama makin berkurangnya sumber kehidupan.

Selain itu perlunya melahirkan konsesus yang membawa komitmen dari semua negara untuk menegakkan keadilan iklim. Seperti yang sudah dilakukan oleh Australia yang mempunyai instrumen keadilan iklim, melalui penegakan keadilan iklim dengan membentuk pengadilan iklim. Dimana sebuah instrumen yang mengacu pada isi Protokol Kyoto yang menekankan kewajiban pada negara-negara Utara untuk membayar dari hasil pembuangan emisi karbon mereka untuk perbaikan mutu lingkungan hidup bagi negara-negara Selatan.

Dalam praktek yang lain saatnya kita mulai menggunakan energi bahan bakar alternatif yang tidak hanya dari bahan energi fosil, misalnya untuk kebutuhan memasak. Menggunakan energi biogas (gas dari kotoran ternak) seperti yang dilakukan komunitas merah putih di Kota Batu. Desentraliasasi energi memang harus dilakukan agar menghantarkan kita pada kedaulatan energi dan melepas ketergantungan pada sentralisasi energi yang pada akhirnya harganya pun makin mahal saja.

Sedangkan untuk para pengambil kebijakan harusnya mengeluarkan policy yang jelas orientasinya untuk mengurangi pemanasan global. Misalnya menetapkan jeda tebang hutan di seluruh Indonesia agar tidak mengalami kepunahan dan wilayah kita makin panas. Menghentikan pertambangan mineral dan batubara seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi, hal ini bisa dilakukan dengan bertahap mulai dari meninjau ulang kontrak karyanya terlebih dahulu. Selanjutnya kebijakan progressive dengan mempraktekkan secara nyata jeda tebang dan kedaulatan energi harus dilakukan jika kita tidak mau menjadi kontributor utama pemanasan global.

Iklim memang mengisi ruang hidup kita baik secara individu maupun sosial, maka tidak mungkin menegakkan keadilan iklim tanpa melibatkan kesadaran dan komitmen semua pihak. Bahwa tidak bisa dibantah, kita hidup dalam ekosistem dunia “perahu” yang sama, sehingga jika ada bagian yang bocor dan tidak seimbang, sebenarya ini merupakan ancaman bagi seluruh isi perahu dan penumpangnya. Maka merevolusi gaya hidup kita untuk tidak makin konsumtif sangat mendasar dilakukan sekarang juga oleh seluruh umat manusia. Sebab dengan begitu kita bisa menempatkan apa yang kita butuhkan bisa ditunda tidak, yang harus kita beli membawa manfaat atau tidak dan apakah yang kita beli bisa digantikan oleh barang yang lain yang ramah lingkungan?

Ini semua adalah cerminan bagi mereka yang berusaha dan sadar sepenuh hati demi keberlanjutan kehidupan sosial (sustainable society) yang berkeadilan secara sosial, budaya, ekologis dan ekonomi. Inilah tindakan nyata untuk meraih kedaulatan energi dan melepaskan ketergantungan terhadap energi fosil yang sekarang telah dikuasai oleh korporasi modal. Sekarang siapapun bisa memilih, mau jadi kontributor pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim dan suhu yang makin panas? Atau mau menjadi bagian dari pelaku ”penyejukan global” dengan mengubah pola konsumsi dan gaya hidup dari sekarang juga? Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Mari bertindak nyata untuk masa depan bersama.



Lexus LX570
April 5, 2008, 6:19 am
Diarsipkan di bawah: otomotif
Lexus LX570, Kombinasi Kekuatan, Kenyamanan dan Kemewahan
Selasa, 25 Maret 2008 | 16:40 WIB

JAKARTA, SENIN – Pecinta mobil dari kalangan atas kini punya satu pilihan alternatif dalam mengoleksi atau pun memanjakan diri dengan mobil yang tampil sporty, elegan, dan mengkombinasikan kekuatan, keamanan, dan kemewahan. Lexus Indonesia telah meluncurkan produk terbarunya yakni LX570 guna memberikan rasa tenteram dan nyaman bagi pembelinya. Peluncuran mobil yang merupakan produk generasi ketiga Lexus tersebut berlangsung di Galeri Lexus, Jakarta Pusat, pada Senin (25/3). Johnny Darmawan, Indonesian Lexus Principal, mengatakan, mobil seharga Rp 1,85 miliar tersebut memang sengaja dihadirkan buat warga kalangan atas yang menghendaki mobil dengan kombinasi kemewahan dan pengalaman berkendara yang dinamis.

Style Laxus LX570 terkesan begitu mewah dan juga mengkombinasikan kekuatan dan keamanan yang menjadi identitas Lexus. Mobil berkapasitas 5,7 liter dengan konfigurasi delapan silinder (V8) tersebut mampu menampilkan wujud yang lebih dinamis dari dua pendahulunya yakni LX450 dan LX470 dengan menggunakan originalitas disain Lexus L-finesse.

Tampilan dengan postur mobil yang lebar disertai kabin yang luas yang membujur dari depan hingga belakang menciptakan kesan elegan dan gagah. Sementara desain grill depan dibuat lebar dan lancip pada sisi sampingnya yang menjadi ciri khas Lexus. Tipikal karakter bergaris pada cover mesin memberikan nuansa mobil yang penuh tenaga dan gagah.Karaktergaris di atas menyatu dengan bumper depan dan bawahnya guna memberikan kesan agresif pada posturnya.

“Kalau lampu depan yang besar didesain ulang untuk menambah kesan maskulin sejati,” kata Adrian Tirtadjaja, Brand and Business Development Manager Lexus Indonesia PT Toyota Astra Motor.Garis pahatan di atas fender depan yang dipadukan dengan lingkar ban memberikan elemen ‘macho’. Panel injakan kaki yang terpasang dekat bodi mobil memberikan tampilan yang lebih terintegrasi.

Sementara itu, pada bagian buritan, mobil yang telah diluncurkan di Amerika pada Desember 2007 lalu tersebut tampil dengan bentuk kaca yang lebih dinamis dan kombinasi lampu yang lebar agar menegaskan dimensi mobil yang besar tersebut. Kombinasi lampu belakang dengan tempat plat kendaraan dipadukan dengan sentuhan krom yang stylish.

Desain velg 18 inch mampu menciptakan tampilan dua dimensi yang sporty dan elegan. Penampilan tersebut ditambah lagi dengan beberapa fitur seperti adaptive front headlights system, pintu belakang otomatis, lampu kabut, dan penyemprot lampu depan.

Kenyamanan Interior yang luas

Secara keseluruhan, panjang LX570 tidak berbeda dengan model sebelumnya. Namun, luas interiornya bertambah 10,16 cm dan eksterior bertambah 2,5 sentimeter sehingga mampu membawa delapan penumpang bersama bawaannya. Dalam interior, kabin mobil tersebut disematkan beberapa piranti mewah seperti pengendali suhu yang independen empat zona, pengendali elektronik tempat duduk baris ketiga dan keempat, dan audio sistem menggunakan 19 speaker dari Mark Levinson dengan fasilitas surround.

Selain itu, adanya tambahan bantal pada tempat duduk, interior kulit, boks pendingin, smart card key, dan trim kayu Bubinga yang biasa digunakan untuk mendekorasi pesawat jet pribadi, menjadikan LX570 kian mewah dan nyaman.

Untuk keamanan, LX570 memiliki standar 10 airbag yang terpasang di depan (pengendara dan penumpang depan) termasuk airbag untuk lutut, airbag pada baris kedua yang terpasang di tempat duduknya dan sepanjang pilar atas baris ketiga, dan active headrest.